Minggu, 25 November 2018


Asal usul manajemen pendidikan dimasukan sebagai bidang studi itu dimulai di Amerika Serikat pada awal abad kedua puluh. Di Inggris sendiri baru datang hingga akhir tahun 1960-an. Seperti namanya, manajemen pendidikan beroperasi di organisasi atau lembaga yang mengurusi pendidikan.
Karena lingkup pendidikan itu luas, manajemen pendidikan bermacam-macam definisi bergantung dengan lingkup yang digunakan. Namun secara umum bisa didefinisakan sebagai usaha kompleks yang mengelola berbagai sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Pada dasarnya suatu organisasi sosial pasti ada hubungan antar manusia yang memainkan peran utama. Karenanya harus ada kebebasan dan fleksibilitas yang memadai disatu sisi serta diperlukan disiplin dan kesopanan di sisi lain lembaga pendidikan. Artinya manajemen pendidikan menerapkan tindakan praktis untuk memastikan sistem bekerja dan mencapai tujuan dari sebuah institusi pendidikan

Beberapa orang melihat sejarah manajemen (dengan definisi) sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang terlambat). Dalam istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern, hanya merupakan pertanda. Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. Perkembangan pemikiran manajemen pada pedagang-pedagang Sumeria dan pembangun piramid Mesir yaitu para pemilik budak selama berabad-abad menghadapi permasalahan eksploitasi/memotivasi budak yang bergantung namun terkadang suka melawan (memaksa otoritas), namun banyak perusahaan pra-industri dengan skala mereka yang kecil, tidak merasa terdorong untuk menghadapi permasalahan manajemen secara sistematis. namun, inovasi seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke-15) dan kodifikasi kesekretariatan entri ganda (1494) menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan dan kendali manajemen.

Abad 19

Bidang pelajaran manajemen berkembang dari ekonomi dalam abad 19. Pelaku Ekonomi klasik Adam Smith dan John Stuart Mill memberikan teori teori pengaturan sumber daya, produksi dan penetapan harga. Pada saat yang hampir bersamaan, penemu seperti Eli WhitneyJames Watt, dan Matthew Boulton mengembangkan teknik produksi sepertiPenetapan standar, prosedur kontrol kualitasakuntansi biayapenukaran bahan, dan perencanaan kerja.
Pada pertengahan abad 19, Robert OwenHenry Poor, dan M. Laughlin dan lain-lain memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihanmotivasistruktur organisasi dan kontrol pengembangan pekerja.
Pada akhir abad 19, Pelaku ekonomi marginal Alfred Marshall dan Leon Walras dan lainnya memperkenalkan lapisan baru yang kompleks ke teori manajemen. Pada 1900an manajer mencoba mengganti teori mereka secara keseleruhan berdasarkan sains.

Abad 20

Teori pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. Orang seperti Henry Fayol dan Alexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain.
Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.
H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada tahun 1940anPatrick Blackett mengkombinasikan teori statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi. Riset operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.
Mendekati akhir abad 20, manajemen terdiri dari beberapa bidang terpisah, termasuk:
Testing link:

Klik link-1  ini untuk menuju facebook dan klik link-2 ini untuk menuju twiter




Pendidikan adalah salah satu elemen dalam perwujudan kebudayaan suatu bangsa yang selalu berkembang dari jaman ke jaman. Oleh karenanya perlu adanya perkembangan manajemen pendidikan pula untuk mengimbangi perubahan dan perkembangan yang ada supaya bisa selaras dengan kebudayaan yang berlaku. Perubahan dan perkembangan manajemen pendidikan ke arah kebaikan di berbagai bidang ilmu harus terus digalakkan sebagai kebutuhan di masa mendatang.

Proses dalam manajemen pendidikan meliputi proses pemanusiaan dan hominisasi. Pengertian manajemen pendidikan dalam kondisi ini perlu mengusahakan berbagai metode untuk meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk hidup dan makhluk yan dapat memikul tanggung jawab bagi pribadi maupun lingkungan masyarakat. Berdasarkan kondisi inilah manusia memerlukan manajemen pendidikan untuk memperoleh kesempatan dalam mempelajari arti tanggung jawab, nilai moral dalam masyarakat yang disusun dan diajarkan di dalam proses pendidikan. Apa yang diperoleh dalam proses pendidikan inilah yang nantinya dapat dipergunakan untuk memajukan suatu bangsa dan negara ke arah yang lebih baik.

Manajemen Pendidikan Menurut Bahasa

Pengertian manajemen pendidikan sebenarnya sudah bukan hal yang asing di khalayak umum. Banyak penjelasan yang terpapar di buku manajemen pendidikan maupun refrensi lainnya. Secara umum pengertian manajemen pendidikan (kata “manajemen” dalam manajemen pendidikan ) sebelumnya memang lebih banyak memakai kata “administrasi” Kata manajemen sendiri menurut kamus Indonesia-Belanda berasal dari kata “administratie” yang bermakna Tata-Usaha. Definisi ini memaknai manajemen pada arti yang sangat terbatas pada aktivitas adiministrasi saja atau aktivitas pencatatan. Begitu pula makna manajemen yang berasal dari bahasa Inggris “administration”. Namun dalam kaitannya dengan manajemen di dalam pengertian manajemen pendidikan memiliki arti yang lebih luas dibandingkan hanya sebatas lingkup administrasi saja.
Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai pengertian manajemen pendidikan menurut para ahli dan secara umum, ruang lingkup manajemen pendidikan, fungsi manajemen pendidikan, tujuan manajemen pendidikan, dan obyek dari manajemen pendidikan.
Diharapkan dari artikel ini dapat menjadi refrensi bagi penyusunan makalah manajemen pendidikan dan berbagai jurnal manajemen pendidikan. Selain itu artikel ini dapat membantu dalam pemberian gambaran bagi siapa saja yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan mengambil jurusan manajemen pendidikan.

Definisi Manajemen

Sebelum membahas mengenai pengertian manajemen pendidikan, perlu diketahui bahwa manajemen pendidikan berasal dari dua kata Manajemen dan pendidikan.
Secara umum pengertian manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan suatu kelompok maupun organisasi dengan berbagai aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kepemimpinan, pengawasan dan optimalisasi sumber daya seefektif dan seefisien mungkin. Manajamen merupakan proses pencapaian tujuan melalui kerjasama denganDefinisi Pendidikan
Berdasarkan Undang-Undang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 1 dijelaskan bahwa pendidikan adalah upaya yang secara sadar dalam rangka mewujudkan kondisi belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik dapat aktif dalam pengembangan potensi yang dimiliki untuk meraih kekuatan spiritual keagamaan, kontrol diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,, serta keahlian yang dibutuhkan bagi diri pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara.
Masih pada sumber yang sama, pendidikan memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan membentuk karakter dan peradabanbangsa yang memiliki martabat demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu pendidikan memiliki tujuan dalam mengembangkan potensi peserta didik supaya menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia, sehat, berilmu,kreatfi, mandiri dan membentuk peserta didik menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Pengertian Manajemen Pendidikan

Pada artikel ini penjelasan mengenai Pengertian Manajemen Pendidikandibagi menjadi dua bahasan. Bahasan pertama yaitu pengertian manajemen pendidikan menurut para ahli kemudian pengertian manajemen pendidikan secara umum.
  1. Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa pengertin manajemen menurut para ahli diantaranya :
  • Terrypage dan J.B. Thomas. Manajemen pendidikan adalah teori dan praktek serta administrasi yang terdapat di dalam lembaga dan sistem pendidikan.
  • Paul Monore. Manajemen sekolah adalah lembaga doktrin pendidikan. Pada umumnya terdiri dari beragai prinsip dan pengajaran mengenai berbagai prosedur kelas dan pengajarann oleh guru yang berhasil. Berbagai prinsip yang diajarkan di lembaga pendidikan diterjemahkan dengan berbagai macam cara/teknik yang mengacu pada prinsip dengan skala yang lebih besar dan mendasar yang meliputi sosiologi, prinsip, dan etika.
  • Shelly Umana. Pengertian manajemen pendidikan adalah manajemen dalam metode operasi dalam menciptakan saling terintegrasi antara pendidikan dan masyarakat.

  1. Secara Umum

Hal dasar yang menerangkan pengertian manajemen pendidikan adalah berasal dari Buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum III D dari SD hingga SMA di Kurikulum 1975. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa manajemen adalah usaha bersama untuk mendayagunakan seluruh sumber daya (manusia maupun materi) seefektif dan seefisien mungkin untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
Selain itu pengertian manajemen pendidikan adalah proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penilaian upaya-upaya pendidikan sehingga mampu meraih tujuan pendidikan yang ditetapkan. Definisi yang berkaitan mengenai manajemen pendidikan yaitu bentuk kerjasama antara stakeholder yang berkaitan dengan pendidikan demi pencapaian target dan sasaran pendidikan yang ditentukan sebelumnya.
Dari berbagai pengertian manajemen pendidikan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan adalah suatu proses dalam pengaturan organisasi/lembaga pendidikan menjadi sistem untuk mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Aktivitas dalam manajemen pendidikan memiliki tujuan berjalannya proses pendidikan atau proses belajar mengajar yang baik. Proses dalam maanjemen pendidikan sendiri terdiri dari berbagai program diantaranya :
  1. Kurikulum yang mencakup administrasi dan metode yang digunakan.
  2. Metode penyampaian, sistem evaluasi, dan sistem bimbingan & konsultasi.
  3. Pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana serta fasilitas dan alat-alat.
  4. Pendidikan
  5. Pembiayaan
  6. HUMAS

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan                

Manajemen pendidikan memiliki ruang lingkup tersendiri. Ruang lingkup manajemen pendidikan dapat dibagi berdasarkan wilayah kerja, obyek garapan, urutan kegiatan, dan pelaksana. Berikut penjelasan tiap-tiap ruang lingkup manajemen pendidikan :
  1. Wilayah Kerja

Manajemen pendidikan menurut wilayah kerja dibagi menjadi berbagai tingkatan wilayah, diantaranya :
  • Manajemen Pendidikan seluruh negara adalah manajemen pendidikan pada level nasional. Keberjalanan proses pendidikan disini dilaksanakan tidak hanya oleh pihak sekolah namun pihak luar sekolah termasuk pada penyelenggara berbagai kegiatan pendidikan yang tentu saja skalanya adalah nasional.
  • Satu Provinsi. Manajemen pendidikan satu provinsi memiliki ruang lingkup provinsi dimana pelaksana proses pendidikan didukung oleh pihak yang berkaitan yang ada di Kabupaten dan Kecamatan.
  • Satu Kabupaten atau Kota. Manajemen pendidikan ini fokus pada wilayah satu kabupaten maupun satu kota saja.
  • Satu Unit Kerja. Proses pendidikan satu unit kerja menitikberatka pada satu unite kerja yang secara langsung menangani proses pendidikan.
  • Kelas. Manajemen pendidikan dengan sekup terkecil yang secara langsung berhadapan dengan peserta didik.

  1. Obyek Garapan

Berdasarkan obyek garapan, manajemen pendidikan mengelola : siswa, personil/tenaga kerja pendidikan di tiap lembaga, manajemen kurikulum, sarana prasarana, tata usaha dan tata laksana pendidikan, manajemen anggaran, manajemen lembaga, manajemen hubungan masyarakat/komunikasi pendidikan.
  1. Urutan Kegiatan

Menurut urutan kegiatan manajemen pendidikan meliputi : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, mengkoordinasian, komunikasi, dan mengawasi serta mengevaluasi.
  1. Pelaksana

Pada ruang lingkup pelaksana, guru merupakan administrator. Guru wajib menjalankan aktivitas manajemen pendidikan seperti pengelolaan. Sehingga dalam hal ini guru merupakan manajer pendidikan di kelas yang dipimpinnya.
 

Fungsi Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan memiliki fungsi yang sama dengan fungsi manajemen secara umum yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Namun dalam manajemen pendidikan fungsi manajemen tersebut lebih spesifik menangani bidang pendidikan. Berikut penjelasan mengenai fungsi-fungsi manajemen pendidikan :
  1. Perencanaan

Pelaksanaan perencanaan diatur dan disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki. Pada dunia pendidikan perencanaan disusun untuk mengarahkan pada tujuan pendidikan secara menyeluruh dan menggunakan metode terbaik untuk meraihnya. Hasil dari perencanaan dapat  berupa peta kerja dalam pencapaian tujuan seperti rencana strategis lembaga pendidikan dalam pencapaian visi dan misi, rencana pembelajaran semester (RPS), kurikulum dan silabi mata pelajaran/kuliah, dan lainya. 
  1. Pengorganisasian

Fungsi pengorganisasian dalam manajemen pendidikan memiliki tujuan untuk membagi tugas besar menjadi aktivitas yang lebih sederhana. Fungsi ini memudahkan dalam pelaksanaan pengawasan dan dalam penentuan jumlah dan kualifikasi sumber daya yang diperlukan. Pengorganisasian dalam manajemen pendidikan contohnya adalah menyusun apa saja yang dibutuhkan lembaga pendidikan, berapa tenaga pengajar dan karyawan yang dibutuhkan, tenaga pengajar di bidang apa saja yang diperlukan, dan lain-lain.
  1. Pengarahan

Setelah pengorganisasian kemudian dilakukan pengarahan terhadap berbagai sumberdaya khususnya sumber daya manusia untuk melakukan tanggung jawab yang sesuai dengan tujuan. Pada intinnya pengarahan merupakan proses menggerakkan orang untuk menjalankan aktivitas dalam rangka meraih tujuan sehingga tercipta efisiensi dan efektifitas.
  1. Pengawasan

Kegiatan penilaian kinerja yang mengacu pada perencanaan yang telah disusun bersama sebelumnya. Tujuan dari pengawasan adalah untuk menjamin kegiatan yang sedang dilaksanakan agar sesuai dengan tujuan. Selain itu memberikan penilaian terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan supaya menjadi masukan perbaikan di masa mendatang. Contoh evaluasi dalam manajemen pendidikan adalah melakukan evaluasi pembelajarn terhadap siswa, mengadakan jejak pendapat tentang sistem pendidikan yang ada si suatu lembaga pendidikan.

Selain fungsi diatas juga perlu diperhatikan fungsi kepemimpinan di dalam dunia pendidikan. Karena faktor ini termasuk pengatur dalam manajemen yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Tujuan Manajemen Pendidikan

Terdapat berbagai tujuan dari proses manajemen pendidikan diantaranya :
  1. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya. Melalui manajemen pendidikan diharapkan pengelolaan sumber daya yang tersadar dapat digunakan secara efisien karena sebelumnya telah direncanakan terlebih dahulu. Sumber daya yang terkait contohnya anggaran, waktu, dan tenaga kerja.
  2. Efektif Dalam Peraihan Tujuan. Melalui fungsi manajemen yang baik dan dilakukan secara kontinyu maka lembaga maupun pihak yang berada di dalam manajemen pendidikan mampu mengefektifkan kegiatan/program serta sumber daya yang dikelola dalam pencapaian tujuan pendidikan.
  3. Fokus Pada Tujuan Pendidikan. Pendidikan di suatu wilayah selalu berhubungan dengan tujuan pendidikan nasional. Melalui aktivitas manajemen maka kegiatan manajemen di setiap lembaga pendidikan di tiap wilayah akan dapat difokuskan atau disesuaikan dengan tujuan pendidikan nasional.
  4. Menjadi Supporting System Dalam Pencapaian Tujuan Pendidikan. Hal yang menjadi konsep dasar dari manajemen pendidikan adalah menjadi sistem yang selalu mendukung dalam pencapaian tujuan pendidikan melalui berbagai aktivitasnya. 
  1. Sumber Daya Manusia (Man). Sumber Daya Manusia merupakan unsur terpenting dalam keberjalanan suatu organisasi. Sehingga dalam manajemen pendidiakan peranan SDM menjadi pemeran utama. Manajemen yang dilakukan seperti pengelolaan dalam aktivitas perekrutan, seleksi, pelatihan, evaluasi, pemberian reward and punishment dan segala hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia.
  2. Keuangan (Money). Aspek finansial menjadi pendukung setelah sumber daya manusia dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Pengaturan keuangan menjadi hal yag fundamental terlebih pada pemasukan dan pengeluaran dan administrasinya.
  3. Materil Fisik dan Non Fisik (Materials). Keberadaan sarana prasarana dan kebijakan yang mendukung tentunya mampu menjadi pendukung dalam pencapaian tujuan khususnya bila dikaitkan dengan efisiensi kinerja.
  4. Ide dan Gagasan (Methods). Teknik dan cara yang tepat dalam menjalankan manajemen pendidikan akan mempengaruhi keefektifan dan efisiensi dalam pencapaian tujuan. Oleh karena itu dalam keberjalanan manajemen di dunia pendidikan perlu adanya gagasan dan ide yang berguna untuk mencapai hal tersebut. Lebih dari itu dari sekian banyak ide dan gagasan yang ada tentunya perlu dipertimbangkan mana yang paling efektif dalam pencapaian tujuan.
  5. Teknologi (Machine). Kemajuan teknologi dewasa ini juga haru menjadi perhitungan dalam pelaksanaan manajemen pendidikan. Semakin tinggi penggunaan teknologi maka akan lebih efisien dalam pencapaian tujuan.
  6. Masyarakat (Market). Menjalin hubungan dengan masyarakat sebagai target market merupakan ujung tombak dalam aktivitas manajemen pendidikan khususnya bagi orang tua calon siswa dan calon siswa itu sendiri. Hubungan yang baik akan menarik para calon siswa untuk mendaftarkan diri ke lembaga pendidikan tersebut.
  7. Waktu (Minutes). Pengelolaan waktu dapat meningkatkan efisiensi dalam keberjalanan proses belajar mengajar. Pemanfaatan waku yang baik seperti ploting kegiatan, scheduling, dan deadline pencapaian target akan lebih mengarahkan dalam pencapaian tujan
Dalam kehidupan yang semakin lama semakin ketat kompetensi dalam bidang pekerjaan ini, kita dituntut untuk dapat mengatur segala sesuatu dengan sistematis. Dalam menjalankan suatu proses kerja seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang manajemen dari pekerjaannya tersebut. Dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian dan ruang lingkup dari Manajemen pendidikan yang akan memperkaya wawasan keilmuan kita.

2.1.Pengertian Manajemen Pendidikan

2.1.1.       Definisi Manajemen
Menurut asal katanya, Management berasal dari kata latin yaitu “manus” yang artinya “to control by hand” atau “gain result”. Kata manajemen mungkin juga berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti “mengendalikan,” Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.
Menurut Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi
Menurut Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal
Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Dari beberapa definisi menurut asal kata dan definisi dari pendapat ahli, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud dengan managemen. Manajemen adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.
2.1.2.       Definisi Pendidikan
Dalam UU Sisdiknas Pasal 1 ayat 1 dikatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan prtensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
Menurut M.J. Langeveld, Pendidikan adalah merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan. Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugastugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab.
Tujuan Pendidikan menurut prof dr langeveld, Pendewasaan diri, dengan ciri-cirinya yaitu : kematangan berpikir, kematangan emosional, memiliki harga diri, sikap dan tingkah laku yang dapat diteladani serta kemampuan pengevaluasian diri. Kecakapan atau sikap mandiri, yaitu dapat ditandai pada sedikitnya ketergantungan pada orang lain dan selalu berusaha mencari sesuatu tanpa melihat orang lain.
Pengertian pendidikan menurut driyarkara, Pendidikan didefinisikan sebagai upaya memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf insani.
Pengertian pendidikan menurut Stella van Petten Henderson, Pendidikan merupakan kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial. Pendidikan adalah pembentukan hati nurani. Pendidikan adalah proses pembentukan diri dan penetuan-diri secara etis, sesuai denga hati nurani.
Pengertian pendidikan menurut John Dewey, Education is all one with growing; it has no end beyond itself. (pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan dengan pertumbuhan; pendidikan sendiri tidak punya tujuan akhir di balik dirinya).
Pengertian pendidikan menurut H.H Horne, Dalam pengertian luas, pendidikan merupakan perangkat dengan mana kelompok sosial melanjutkan keberadaannya memperbaharui diri sendiri, dan mempertahankan ideal-idealnya. Carter V. Good Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya.
Pengertian pendidikan menurut Thedore Brameld, Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah).
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
Tujuan Pendidikan dalam (UU Sisdiknas Pasal 3) menyatakan bahwa Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

2.1.3.       Definisi Manajemen Pendidikan

Dilihat dari pengertian manajemen dan pengertian pendidikan diatas, maka kita dapat mendefinisikan Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.

2.2.Objek Kajian Manajemen pendidikan

Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh , yaitu :
  1. Man
Man atau manusia adalah unsur terpenting yang perlu dikelola dalam manajemen pendidikan, pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
  1. Money
Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola pemdanaan atau pembiayaan secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.
  1. Materials
Materials atau bahan materi merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan, melalui pengelolaan material maka bisa terbentuk kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentranfer ilmu dari guru ke siswa.
  1. Method
Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan baik, metode yang digunakan untuk mengajar guru di sekolah satu dengan guru di sekolah lain tidak sama karena tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.
  1. Machines
Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar supaya dapat digunakan sebaik mungkin dan tidak cepat mengalami kerusakan, untuk orang yang mengelola mesin biasanya harus orang yang benar-benar tau cara merawat mesin tersebut dengan baik.
  1. Market
Market atau pasar adalah salah satu kunci yang menentukan sekolah atau lembaga pendidikan tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud adalah masyarakat secara luas, sasaran yang dituju adalah masyarakat yang berniat menyekolahkan putra putri mereka.
  1. Minutes
Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik karena waktu belajar peserta didik di sekolah sangat terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu belajar mengajar menjadi lebih efisien.


2.3.Tujuan Belajar Manajemen Pendidikan

  • · Efisien dalam menggunakan sumber daya.

Dengan mempelajari manajemen pendidikan dengan baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien, misalnya sumber daya yang berupa pembiayaan, waktu dan lain sebagainya.

  • Efektif dalam pencapaian tujuan.
Dengan mempelajari manajemen pendidikan secara berkesinambungan dan secara sungguh-sungguh, diharapkan seseorang dapat mengefektifkanproses dan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan dengan optimal.

  • Bermuara pada tujuan pendidikan.
Tujuan manajemen pendidikan tidak akan lepas dari tujuan pendidikan nasional, yaitu  bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

  • Mendukung kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan  pendidikan.
Manajemen pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai.

2.4.Fungsi Manajemen Pendidikan
Fungsi manajemen pendidikan adalahelemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya.
Menurut George R. Terry, fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling).
Menurut Luther Gullick , fungsi manajemen ada tujuh yaitu fungsi fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengaturan anggota (staffing), fungsi pengarahan (directing), fungsi koordinasi (coordinating), fungsi pelaporan (reporting) dan fungsi pencapaian tujuan (budgeting).
Menurut hersey and Blanchard, fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi peningkatan semangat (motivating) dan fungsi pengendalian (controlling).
Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
  1. Perencanaan (planning) adalahmemikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan juga dapat didefinisikan sebagai prosespenyusunan tujuan dan sasaran organisasi serta penyusunan “peta kerja” yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran tersebut.
  2. Pengorganisasian (organizing)dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi. Pengorganisasian adalah proses penghimpunan SDM, modal dan peralatan, dengan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan upaya pemaduan sumber daya.
  3. Pelaksanaan (actuating) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.Pelaksanaan adalah proses penggerakan orang-orang untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga terwujud efisiensi proses dan efektivitas hasil kerja.
  4. Pengendalian (controlling) adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan. Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang pendidikan yang dihadapi. Pengendalian dapat didefinisikan sebagai proses pemberian balikan dan tindak lanjut pembandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tindakan penyesuaian apabila terdapat penyimpangan.


2.5.Ruang Lingkup manajemen

Ruang lingkup dari manajemen pendidikan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.
  1. Menurut Wilayah kerja, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.
  2. Menurut Objek garapan, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen siswa, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, mqanajemen pembiayaan dan manajemen humas.
  3. Menurut Fungsi Kegiatan, ruang lingkupnya meliputi : Merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi.


DAFTAR PUSTAKA

Arti Manajemen. (online) http://ielmy.wordpress.com/other/definisi-manajemen/. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2013
Manajemen : Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen. (online) http://kherysu deska.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2013
Manajemen Pendidikan. (online) http://www.rumahafid.com. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2013
Pengertian Manajemen dan Fungsi Manajemen. (online) http://www.ilmumu.com/pengetahuan/pengertian-manajemen-dan-fungsi-manajemen/Diakses pada tanggal 25 Oktober 2013
Pengertian Manajemen dan Fungsinya. (online) http://fachruramadhan.blogspot.com/2012/04/pengertian-manajemen-dan-fungsi nya.html. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2013
Pengertian Pendidikan menurut para ahli. (online) http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-menurut-ahli/. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2013
7 Definisi Pendidikan menurut para ahli. (online) http://7topranking.blogspot. com/2013/02/7-definisi-pendidikan-menurut-para-ahli.html. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2013

Kamis, 08 November 2018

 Definisi Manajemen
Menurut asal katanya, Management berasal dari kata latin yaitu “manus” yang artinya “to control by hand” atau “gain result”. Kata manajemen mungkin juga berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti “mengendalikan,” Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Menurut Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal
Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Definisi Pendidikan
Dalam UU Sisdiknas Pasal 1 ayat 1 dikatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan prtensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
Menurut M.J. Langeveld, Pendidikan adalah merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan. Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugastugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab.
Tujuan Pendidikan menurut prof dr langeveld, Pendewasaan diri, dengan ciri-cirinya yaitu : kematangan berpikir, kematangan emosional, memiliki harga diri, sikap dan tingkah laku yang dapat diteladani serta kemampuan pengevaluasian diri. Kecakapan atau sikap mandiri, yaitu dapat ditandai pada sedikitnya ketergantungan pada orang lain dan selalu berusaha mencari sesuatu tanpa melihat orang lain.

Definisi Manajemen Pendidikan
Dilihat dari pengertian manajemen dan pengertian pendidikan diatas, maka kita dapat mendefinisikan Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.

Fungsi Manajemen Pendidikan
Fungsi manajemen pendidikan adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya.
Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan juga dapat didefinisikan sebagai prosespenyusunan tujuan dan sasaran organisasi serta penyusunan “peta kerja” yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran tersebut.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi. Pengorganisasian adalah proses penghimpunan SDM, modal dan peralatan, dengan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan upaya pemaduan sumber daya.
  3. Pelaksanaan (actuating) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha. Pelaksanaan adalah proses penggerakan orang-orang untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga terwujud efisiensi proses dan efektivitas hasil kerja.
  4. Pengendalian (controlling) adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan. Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang pendidikan yang dihadapi. Pengendalian dapat didefinisikan sebagai proses pemberian balikan dan tindak lanjut pembandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tindakan penyesuaian apabila terdapat penyimpangan.

Ruang Lingkup manajemen
Ruang lingkup dari manajemen pendidikan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.
  1. Menurut Wilayah kerja, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.
  2. Menurut Objek garapan, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen siswa, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, mqanajemen pembiayaan dan manajemen humas.
  3. Menurut Fungsi Kegiatan, ruang lingkupnya meliputi : Merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi.

Asal usul manajemen pendidikan dimasukan sebagai bidang studi itu dimulai di Amerika Serikat pada awal abad kedua puluh. Di Inggris sendi...